Pos oleh "I Ngurah Suryawan"

Jika menempatkan rakyat Papua berada di tengah-tengah rezim kekerasan dan kekuasaan, maka posisinya dipastikan akan selalu menjadi “korban” dari kedua rezim tersebut. Kekuasaan dan kekerasan—meskipun terkesan sangat luas dan general—memang menjadi dua kata yang mewakili abstraksi kebisuan rakyat Papua di tanahnya sendiri. Kekerasan dan kekuasaan ini yang merenggut “kemerdekaan” rakyat Papua untuk menyuarakan aspirasinya. Negara […]

Tidak terbantahkan bahwa seluruh wilayah di dunia ini telah terhubung melalui hubungan-hubungan pengetahuan, kapital dan sekaligus juga ide-ide tentang “kemajuan” yang dibawa oleh modernitas. Salah satu bentuk wujud modernitas tersebut adalah dalam bentuk pembangunan yang mentautkan (menghubungkan) orang-orang dengan imajinasi serta mimpi yang berbeda-beda. Namun di sisi yang lain, komunitas-komunitas suku bangsa menghadapi tantangan untuk […]

Terbentuknya kelompok elit Papua sebagai kelas menengah baru tidak bisa dilepaskan dari kehadiran beragam bentuk struktur-struktur ataupun sistem-sistem yang pada intinya bertujuan untuk mengkoloni (baca: menjajah) Tanah Papua. Beragam struktur dan sistem tersebut lambat laun menciptakan kelompok masyarakat yang sangat dekat dan mempunyai akses yang mudah kepada kelompok-kelompok kekuasaan maupun akses kepada moda ekonomi baru […]

Salah satu kontribusi ilmu pengetahuan di tengah masyarakat adalah menginspirasi perubahan sosial untuk kemaslahatan masyarakat yang selama ini tesingkirkan dan dikalahkan. Senjata ilmu pengetahuan sepatutnya memberikan gambaran dan arah tentang berbagai fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. Selain memberikan analisis, ilmu pengetahuan juga sepatutnya memberikan penafsiran dan prediksi tentang situasi yang akan terjadi ke depan. […]

Genre (gaya) studi-studi kebudayaan tanpa sadar memang akan selalu mengkonstruksi (membentuk) wacana di dalamnya. Oleh sebab itulah salah satu pengertian kebudayaan yang sering digunakan adalah sistem makna yang dibentuk masyarakat dalam hidupnya berkomunitas. Sistem makna itulah yang termanifestasikan dalam nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur kehidupan mereka bersama. Oleh sebab itulah kebudayaan adalah sistem pengetahuan, sistem […]

Salah satu pandangan tentang “institusioanlisasi kekerasan” adalah terlembaganya kekerasan dalam kelahiran dan praktik institusi negara. Praktik kekerasan dilakukan oleh aparat-aparat negara, dimana “alat negara” melekat dalam dirinya. Operasi kekerasan juga berlangsung dengan dan melalui alat-alat struktur negara yang melakukan praktik kekerasan untuk menjaga kekuasaan yang melekat pada dirinya. Praktik kekerasan yang terinstitusi (terlembaga) ini ujung-ujungnya […]

Sejak memutuskan mengabdikan menjadi dosen di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat, saya merasakan ada “kesalahan” dalam perspektif memahami kontribusi ilmu pengetahuan dalam perubahan sosial di tengah masyarakat Papua. Dari merasakan “kesalahan” tersebut, saya kemudian meyakini bahwa ilmu pengetahuan (ilmu sosial humaniora) mengalami “kekalahan” di tengah arus perubahan di Tanah […]

“…Kam atur barang ini jangan satu dua orang yang pi kota. Nan bicara lain, gerakan lain. Tong harus duduk terbuka untuk masyarakat dong di kampung.” (Kalian semua yang mengurus ganti rugi dengan perusahaan jangan satu atau dua orang yang berangkat ke kota. Nanti lain bicaranya dan perbuatan juga lain. Kita harus duduk bicara terbuka, transparan […]

Saat mengunjungi Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari, bertemu dengan bapa kepala kampung, saya menyaksikan kondisi yang sangat ironis. Kondisi itu berhubungan dengan fragmen-fragmen ketersingkiran orang Papua di tanahnya sendiri. Saya mungkin akan disebut meromantisir jika menceritakan kejadian yang dianggap “lumrah” dan “biasa” terjadi di Papua. Tetapi menurut saya pada titik inilah terletak persoalan terbesarnya—yang dalam konteks […]

Kehadiran ilmu-ilmu humaniora (sastra, bahasa, sejarah, arkeologi, antropologi) dalam membentuk kesadaran historis generasi muda terhadap identitas diri dan lingkungannya kerap diabaikan. Pragmatisme pendidikan menuntut kepada kesiapan tenaga kerja yang bisa memenuhi kepentingan pasar (dunia kapitalisme global) mengerucutkan peran pendidikan hanya kepada persoalan menghasilkan produk-produk manusia yang secara mekanik terlibat dalam rantai produksi pasar. Konflik dua […]